LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Regional

Mampu Tekan Dolar AS, Nilai Tukar Rupiah Dibuka Bertenaga

Oleh Citra Mellyana Putri
26 Agustus 2026
1 menit baca

Mampu Tekan Dolar AS, Nilai Tukar Rupiah Dibuka Bertenaga

Mampu Tekan Dolar AS, Nilai Tukar Rupiah Dibuka Bertenaga

Jakarta (PANTURATV.ID) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengawali sesi perdagangan pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan catatan positif. Pergerakan mata uang Garuda tercatat menguat tipis sejak pembukaan pasar pasar uang. Kenaikan ini terjadi di tengah posisi dolar AS yang sedang berada dalam tekanan akibat perhatian investor yang tertuju pada arah kebijakan moneter global.

Berdasarkan data pasar uang yang dilansir dari Bloomberg, rupiah pagi ini bertengger di posisi Rp17.695 per dolar AS. Catatan angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 28 poin atau sekitar 0,16 persen jika dibandingkan dengan posisi pada sesi penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada pada level Rp17.723 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan yang sejajar juga terlihat jika merujuk pada pemantauan data finansial Yahoo Finance pada waktu yang sama. Rupiah tercatat berada pada level Rp17.699 per dolar AS pada awal perdagangan hari ini. Posisi tersebut memperlihatkan tren penguatan yang konsisten jika dibandingkan dengan angka pembukaan perdagangan pada hari kemarin yang berada di Rp17.700 per dolar AS.

Pergerakan menguatnya rupiah pada awal pekan ini tidak lepas dari dinamika pasar global yang sedang menantikan rilis data ekonomi penting di Amerika Serikat. Para pelaku pasar dan investor cenderung mengambil sikap hati-hati sambil menanti kejelasan angka inflasi terbaru yang diproyeksikan akan memberi dampak besar pada pergerakan instrumen keuangan global.

Selain rilis data inflasi, fokus para pelaku pasar juga tertuju pada sinyal atau arahan kebijakan terbaru yang akan disampaikan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve. Ketidakpastian mengenai langkah suku bunga acuan mendatang membuat dolar AS tertahan, sehingga memberikan ruang bagi mata uang berkembang seperti rupiah untuk menguat perlahan.

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

Berita Terkait

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori