LIVE TV PANTURA SEGERA MENGUDARA — Ikuti kanal YouTube PanturaTV supaya tidak ketinggalan siaran perdanaLIVE TV PANTURA SEGERA MENGUDARA — Ikuti kanal YouTube PanturaTV supaya tidak ketinggalan siaran perdanaLIVE TV PANTURA SEGERA MENGUDARA — Ikuti kanal YouTube PanturaTV supaya tidak ketinggalan siaran perdanaLIVE TV PANTURA SEGERA MENGUDARA — Ikuti kanal YouTube PanturaTV supaya tidak ketinggalan siaran perdana
Regional

Tanggap Bencana! 16 Kampus di Semarang Ikuti Bimtek dan Simulasi PMI

Oleh Citra Mellyana Putri
21 Oktober 2026
3 menit baca

Tanggap Bencana! 16 Kampus di Semarang Ikuti Bimtek dan Simulasi PMI

Tanggap Bencana! 16 Kampus di Semarang Ikuti Bimtek dan Simulasi PMI

Semarang (PANTURATV.ID) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan melibatkan relawan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Sebanyak 16 kampus berpartisipasi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Posko dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Korps Sukarela (KSR) yang digelar selama tiga hari di Bumi Perkemahan Harda Walika, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada 16-18 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk menambah kekuatan personel sekaligus meningkatkan kemampuan relawan dalam merespons situasi darurat.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Anggota, dan Relawan PMI Kota Semarang, Wiwit Rijanto, SH, MH, mengatakan, pelibatan mahasiswa berawal dari pengamatannya terhadap gerak cepat relawan KSR Universitas Semarang (USM) dalam membantu penanganan kebencanaan.
Menurut Wiwit, kemampuan dan semangat relawan mahasiswa tersebut perlu dikembangkan lebih luas agar tidak hanya terpusat di satu perguruan tinggi.

“Awalnya saya melihat teman-teman relawan dari UKM KSR USM yang gerak cepat. Saya ingin semangat itu juga dimiliki perguruan tinggi lainnya di Kota Semarang,” ujarnya saat penutupan kegiatan, Minggu (18/10/2026) sore.

PMI Kota Semarang membutuhkan tambahan personel yang siap diterjunkan ketika terjadi bencana.

Melalui kegiatan tersebut, relawan dari berbagai kampus diharapkan dapat menjadi kekuatan pendukung dalam operasi kemanusiaan.

Dari kegiatan ini, PMI menargetkan terbentuknya kekuatan relawan sekitar 170 orang yang dapat dipersiapkan untuk membantu penanganan bencana di Kota Semarang.
Wiwit mengungkapkan, keterbatasan sarana masih menjadi tantangan bagi PMI Kota Semarang.
Saat ini, PMI baru memiliki satu mobil tangki air untuk mendukung distribusi air bersih.

“Kami mengupayakan agar ke depan bisa memiliki dua atau tiga mobil tangki. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah kota maupun perusahaan sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” katanya.

Menurutnya, penambahan armada perlu diimbangi dengan kesiapan personel.
Sebab, ketersediaan kendaraan dan perlengkapan saja tidak cukup apabila jumlah relawan yang siap diterjunkan masih terbatas.
Karena itu, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kapasitas PMI dalam memberikan bantuan secara cepat dan terkoordinasi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Perkuat Kemampuan Operasional Posko 24 Jam

Selain menambah personel, Bimtek TDB juga membekali peserta dengan berbagai materi teknis penanggulangan bencana.
Materi tersebut meliputi manajemen relawan, pengelolaan posko, asesmen kebutuhan di lokasi bencana, serta koordinasi antarpihak dalam operasi kemanusiaan.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme kerja posko siaga 24 jam, termasuk penerimaan informasi dari masyarakat, pengolahan data dan informasi kebencanaan, hingga pengerahan personel ke lokasi kejadian.

Informasi yang diterima harus dikelola dengan baik agar relawan yang ditugaskan dapat bergerak sesuai kebutuhan di lapangan.
“Dari posko inilah informasi kebencanaan diterima dan diteruskan kepada personel yang akan turun membantu. Karena itu, koordinasi dan kesiapan relawan harus benar-benar diperhatikan,” jelasnya.

Ia mengakui, materi yang diberikan selama tiga hari terbilang padat.

Pasalnya, rangkaian pembelajaran tersebut mencakup berbagai kompetensi manajemen kebencanaan yang dalam skema lebih panjang dapat membutuhkan waktu hingga sekitar 120 jam atau satu bulan.

Meski demikian, Wiwit mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai mampu mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik.
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, PMI Kota Semarang juga memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan lain, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan layanan darurat 112.

Wiwit menjelaskan, PMI dan Damkar memiliki peran berbeda tetapi saling melengkapi ketika terjadi kebakaran.
Damkar berfokus pada penanganan api, sedangkan PMI memberikan dukungan kemanusiaan kepada orang-orang yang terdampak maupun personel yang membutuhkan bantuan.

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Citra adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

630 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori